Hampir seluruh orang sependapat bahwa tenaga kependidikan
memegang peran dalam mencerdaskan bangsa. Guru digunakan sebagai acuan bahasan,
karena berbagai kebijakan kegiatan telah dilakukan untuk meningkatkan: karier, mutu,
penghargaan, dan kesejahteraannya. Harapannya, mereka akan lebih mampu bekerja
sebagai tenaga profesional dalam
melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Salah satu kebijakan penting adalah
dikaitkannya promosi kenaikan pangkat/jabatan guru dengan prestasi kerja.
Prestasi kerja guru tersebut, sesuai dengan tupoksinya, berada dalam bidang
kegiatan: (1) pendidikan, (2) proses pembelajaran, (3) pengembangan profesi dan
(4) penunjang proses pembelajaran.
Kebijakan itu di antaranya mewajibkan guru untuk melakukan keempat kegiatan yang menjadi bidang tugasnya, dan hanya bagi mereka yang berhasil melakukan kegiatan dengan baik diberikan angka kredit. Selanjutnya angka kredit itu dipakai sebagai salah satu persyaratan peningkatan karier. Penggunaan angka kredit sebagai salah satu persyaratan seleksi peningkatan karier, bertujuan memberikan penghargaan secara lebih adil dan lebih professional terhadap kenaikan pangkat yang merupakan pengakuan profesi, serta kemudian memberikan peningkatan kesejahteraan guru itu sendiri.
Kebijakan itu di antaranya mewajibkan guru untuk melakukan keempat kegiatan yang menjadi bidang tugasnya, dan hanya bagi mereka yang berhasil melakukan kegiatan dengan baik diberikan angka kredit. Selanjutnya angka kredit itu dipakai sebagai salah satu persyaratan peningkatan karier. Penggunaan angka kredit sebagai salah satu persyaratan seleksi peningkatan karier, bertujuan memberikan penghargaan secara lebih adil dan lebih professional terhadap kenaikan pangkat yang merupakan pengakuan profesi, serta kemudian memberikan peningkatan kesejahteraan guru itu sendiri.
Dari waktu ke waktu, pemerintah
menghadapi berbagai masalah yang sangat krusial dan perlu dipecahkan secara
cerdas dan bijaksana demi suksesnya tujuan pendidikan nasional. Salah satu
masalah dimaksud yaitu rendahnya kualifikasi akademik, kompetensi dan
profesionalisme PTK pendidikan dasar (dikdas) termasuk guru sekolah menengah
pertama (SMP) yang disinyalir menjadi salah satu penyebab rendahnya mutu
pendidikan nasional.
Sudah tentu pemecahan masalah yang
terkait dengan permaslahan tersebut di atas, tidak mudah dipecahkan dengan
serta merta. Hal itu bukan hanya terkait dengan energi, dana, dan waktu, tetapi
juga terkait dengan ketersediaan keterjangkauan, kualitas kesetaraan, dan kepastian jaminan mutu guru itu sendiri.
Sehubungan dengan hal tersebut dipandang perlu meningkatkan
kompetensi pengembangan profesionalisme dan pengembangan karier guru nasional
melalui daya dan upaya. Salah satunya yaitu melalui pemberdayaan kelompok
kerja, khususnya musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) untuk sekolah menengah
pertama (SMP) di Seluruh Wilayah Indonesia khususnya pada MGMP Bahasa Bali SMP
Se-Kabupaten Badung.
Dalam upaya meningkatkan profesionalisme guru Pendidikan,
pelatihan, dan pengembangan merupakan proses yang sangat penting ditempuh oleh
guru. Maka dari MGMP Bahasa Bali Kabupaten Badung berupaya melaksanakan pelatihan
pengembangan profesionalisme guru melalui workshop penelitian tindakan kelas. Kegiatan
ini diorganisasikan secara beragam dan berspektrum luas dengan tujuan
untuk meningkatkan kompetensi, keterampilan, sikap, pemahaman, dan
performansi yang dibutuhkan oleh guru saat ini dan di masa mendatang, di banyak
Negara,saat ini berkembang kecenderungan-kecenderungan baru dalam diklatbang tenaga
kependidikan, terutama tenaga guru. Kecenderungan-kecenderungan baru yang
dimaksud adalah : (1) berbasis pada program penelitian , (2) menyiapkan guru
untuk menguji dan mengases kemampuan praktis dirinya, (3) diorganisasikan
dengan pendekatan kolegilitas, (4) berfokus pada partisipasi guru dalam proses
pembuatanan keputusan mengenai isu-isu esensial di lingkungan sekolah, dan (5)
membantu guru-guru yang dipandang masih lemah pada beberapa aspek tertentu dari
kompetensinya. Dengan demikian, di lingkungan pendidikan, kegiatan ini merujuk
kepada peluang-peluang belajar ( learning opportunities) yang didesain secara
sengaja untuk membantu pertumbuhan professional guru. Lebih spesifik, ia
dimaksudkan untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan pribadi,
profesional, dan sosial guru, bahkan dapat dilakukan sebagai wahana promosi. Alasan
esensial lain diperlukannya pembinaan dan pengembangan guru adalah karakteristik
tugas yang terus berkembang seirama dengan perkembangan Ipteks, di samping
reformasi internal pendidikan itu sendiri.
Kegiatan ini terselenggara berkat bantuan dari berbagai pihak utamanya bantuan dana dari Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga
Kependidikan (P2TK) Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Pusat Jakarta
Untuk mendownload petunjuk teknis penulisan Penelitian Tindakan Kelas silahkan klik di sini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar