Jumat, 09 Mei 2014

Workshop PTK

       Hampir seluruh orang sependapat bahwa tenaga kependidikan memegang peran dalam mencerdaskan bangsa. Guru digunakan sebagai acuan bahasan, karena berbagai kebijakan kegiatan telah dilakukan untuk meningkatkan: karier, mutu, penghargaan, dan kesejahteraannya. Harapannya, mereka akan lebih mampu bekerja sebagai tenaga profesional dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Salah satu kebijakan penting adalah dikaitkannya promosi kenaikan pangkat/jabatan guru dengan prestasi kerja. Prestasi kerja guru tersebut, sesuai dengan tupoksinya, berada dalam bidang kegiatan: (1) pendidikan, (2) proses pembelajaran, (3) pengembangan profesi dan (4) penunjang proses pembelajaran.
          Kebijakan itu di antaranya mewajibkan guru untuk melakukan keempat kegiatan yang menjadi bidang tugasnya, dan hanya bagi mereka yang berhasil melakukan kegiatan dengan baik diberikan angka kredit. Selanjutnya angka kredit itu dipakai sebagai salah satu persyaratan peningkatan karier. Penggunaan angka kredit sebagai salah satu persyaratan seleksi peningkatan karier, bertujuan memberikan penghargaan secara lebih adil dan lebih professional terhadap kenaikan pangkat yang merupakan pengakuan profesi, serta kemudian memberikan peningkatan kesejahteraan guru itu sendiri.

            Dari waktu ke waktu, pemerintah menghadapi berbagai masalah yang sangat krusial dan perlu dipecahkan secara cerdas dan bijaksana demi suksesnya tujuan pendidikan nasional. Salah satu masalah dimaksud yaitu rendahnya kualifikasi akademik, kompetensi dan profesionalisme PTK pendidikan dasar (dikdas) termasuk guru sekolah menengah pertama (SMP) yang disinyalir menjadi salah satu penyebab rendahnya mutu pendidikan nasional.

            Sudah tentu pemecahan masalah yang terkait dengan permaslahan tersebut di atas, tidak mudah dipecahkan dengan serta merta. Hal itu bukan hanya terkait dengan energi, dana, dan waktu, tetapi juga terkait dengan ketersediaan keterjangkauan, kualitas kesetaraan, dan kepastian jaminan mutu guru itu sendiri.

Sehubungan dengan hal tersebut dipandang perlu meningkatkan kompetensi pengembangan profesionalisme dan pengembangan karier guru nasional melalui daya dan upaya. Salah satunya yaitu melalui pemberdayaan kelompok kerja, khususnya musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) untuk sekolah menengah pertama (SMP) di Seluruh Wilayah Indonesia khususnya pada MGMP Bahasa Bali SMP Se-Kabupaten Badung.

Dalam upaya meningkatkan profesionalisme guru Pendidikan, pelatihan, dan pengembangan merupakan proses yang sangat penting ditempuh oleh guru. Maka dari MGMP Bahasa Bali Kabupaten Badung berupaya melaksanakan pelatihan pengembangan profesionalisme guru melalui workshop penelitian tindakan kelas. Kegiatan ini diorganisasikan secara beragam dan berspektrum luas dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi, keterampilan, sikap, pemahaman, dan performansi yang dibutuhkan oleh guru saat ini dan di masa mendatang, di banyak Negara,saat ini berkembang kecenderungan-kecenderungan baru dalam diklatbang tenaga kependidikan, terutama tenaga guru. Kecenderungan-kecenderungan baru yang dimaksud adalah : (1) berbasis pada program penelitian , (2) menyiapkan guru untuk menguji dan mengases kemampuan praktis dirinya, (3) diorganisasikan dengan pendekatan kolegilitas, (4) berfokus pada partisipasi guru dalam proses pembuatanan keputusan mengenai isu-isu esensial di lingkungan sekolah, dan (5) membantu guru-guru yang dipandang masih lemah pada beberapa aspek tertentu dari kompetensinya. Dengan demikian, di lingkungan pendidikan, kegiatan ini merujuk kepada peluang-peluang belajar ( learning opportunities) yang didesain secara sengaja untuk membantu pertumbuhan professional guru. Lebih spesifik, ia dimaksudkan untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan pribadi, profesional, dan sosial guru, bahkan dapat dilakukan sebagai wahana promosi. Alasan esensial lain diperlukannya pembinaan dan pengembangan guru adalah karakteristik tugas yang terus berkembang seirama dengan perkembangan Ipteks, di samping reformasi internal pendidikan itu sendiri.
Kegiatan ini terselenggara berkat bantuan dari berbagai pihak utamanya bantuan dana dari Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Pusat Jakarta



Untuk mendownload petunjuk teknis penulisan Penelitian Tindakan Kelas silahkan klik di sini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar